Yudas dalam bagian ini
menyampaikan sebuah ironi kebsaran Tuhan. Ia mengaskan bahwa Tuhanlah sang
penyelamat itu. Ia telah menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Tetapi,
disisi lain Ia tetapmembinasakan mereka yang tidak percaya kepada tuntunan Tuhan
dalam penyelamatan tersebut.
Ketika Musa turun dari gunung Sinai
membawa batu bertuliskan hukum taurat. Ia mendapati bahwa orang Israel telah
menyembah lembu emas. Motivasi mereka membuat patung itu adalah mereka lebih
percaya kepada tuhan yang Nampak ketimbang Tuhan yang tak terlihat (Keluaran
32:1, "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini,
orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir kami tidak tahu apa yang
telah terjadi dengan dia.".
Pada saat itu juga,
Musa marah dan memisahkan bangsa Israel menjadi dua. Mereka yang percaya Tuhan
dan mereka yang tidak percaya Tuhan (Keluaran
32:26 Maka berdirilah Musa di pintu gerbang
perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah
kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.). Setelahitu,
mereka yang tidak memihak kepada Tuhan dibinasakan.
Saudara terkasih, Kita harus percaya
dengan teguh kepada rancangan Tuhan atas hidup kita. Jangalah kita memberontak
dan meninggalkannya. Oleh sebab itu, tetap pegang teguh iman, dan jangan
terombang ambingkan oleh penyesat dalam segala bentuk penyesatannya. Maka Tuhan
yang peuh belas kasihan akan senantiasa bersama-sama dengan kita untuk
menyelamatkan kita sekalian. Amin.

No comments:
Post a Comment