Monday, January 18, 2016

Nasib Tragis Iblis (Yudas 1:6)





          Makna frasa “malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka” berarti Iblis yang dengan lancang ingin menjadi seperti Allah. mereka memberontak dan akhirnya dipenjarakan dalam belenggu abadi yang tidak pernah berakhir. Sebuah hukuman yang kekal dan tidak bisa dibatalkan yang berada di dasar bumi, atau dengan kata lain alam maut. Lebih tragisnya Iblis akan menerima penghakiman yang besar untuk kemudian menerima hukuman yang lebih mengerikan daripada yang sebelumnya.
          Sekarang ini, Iblis berusaha menyesatkan banyak orang supaya menjadi pengikutnya. Sehingga ia memiliki pengikut yang sama-sama akan menerima hukuman dengan dia. Intinya, Siapa yang bersekutu dengan iblis dia akan dihukum bersama-sama dengan iblis. Di salah satu mall di Jakarta telah beredar satanic bible sebuah buku bagi pengikut iblis. Bukankah, akhir hidup pengikut iblis akan sama tragisnya dengan iblis itu.
            Saudara yang terkasih, banyak bentuk penyesatan yang bisa saja membawa kita dalam jerat iblis dan mengikutinya, entah itu melalui ikatan darah dengan iblis karena pesugihan, dll. Atau bahkan ikut dalam jaringan iblis dalam kemasan yang lebih modern, misalnya ateisme. Dll. tapi ingatlah bahwa nasib yang tragis juga telah menunggu iblis dan pengikutnya. Oleh karena itu JANGANLAH SESAT!!! WASPADALAH!!! dan PEGANGLAH IMAN PERCAYA ANDA DIDALAM TUHAN YESUS KRISTUS!!! GBWU

Saturday, January 16, 2016

Percaya = Selamat VS Tidak Percaya = Binasa (Yudas 1:5)


        Yudas dalam bagian ini menyampaikan sebuah ironi kebsaran Tuhan. Ia mengaskan bahwa Tuhanlah sang penyelamat itu. Ia telah menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Tetapi, disisi lain Ia tetapmembinasakan mereka yang tidak percaya kepada tuntunan Tuhan dalam penyelamatan tersebut.
          Ketika Musa turun dari gunung Sinai membawa batu bertuliskan hukum taurat. Ia mendapati bahwa orang Israel telah menyembah lembu emas. Motivasi mereka membuat patung itu adalah mereka lebih percaya kepada tuhan yang Nampak ketimbang Tuhan yang tak terlihat (Keluaran 32:1, "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.".
         Pada saat itu juga, Musa marah dan memisahkan bangsa Israel menjadi dua. Mereka yang percaya Tuhan dan mereka yang tidak percaya Tuhan (Keluaran 32:26  Maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.). Setelahitu, mereka yang tidak memihak kepada Tuhan dibinasakan.
         Saudara terkasih, Kita harus percaya dengan teguh kepada rancangan Tuhan atas hidup kita. Jangalah kita memberontak dan meninggalkannya. Oleh sebab itu, tetap pegang teguh iman, dan jangan terombang ambingkan oleh penyesat dalam segala bentuk penyesatannya. Maka Tuhan yang peuh belas kasihan akan senantiasa bersama-sama dengan kita untuk menyelamatkan kita sekalian. Amin.