Saturday, January 10, 2015

Jangan Bodoh Cari Jodoh (Kejadian 24:1-9)

Semua anak muda membutuhkan pendamping hidup yang mencintainya. Itulah mengapa banyak muda-mudi menghabiskan waktu dan uangnya untuk mempercantik dirinya. Salah satunya supaya pacarnya semakin mencintainya. Namun, banyak anak muda salah mencari pasangan hidup sehingga menyesal pada akhirnya. Salah satu cewek di Depok misalnya, Ia memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 3 rumah kosnya setelah diputuskan pacarnya. Oleh karenanya, sebagai muda-mudi Kristen janganlah bodoh mencari jodoh.

Apa yang harus kita lakukan supaya tidak salah memilih jodoh karena kebodohan kita? Baca dalam Kejadian 24:1-9. Setidaknya ada dua ketentuan dalam perikop ini bagaimana seharusnya muda-mudi Kristen dalam mencari jodoh:

1. Mencari jodoh yang seiman (1-4)

Dalam perikop ini, Abraham melarang dengan keras anaknya Ishak mengambil isteri dari antara orang kanaan. Karena orang Kanaan masih menyembah berhala dan tidak mengenal Allah Abraham. Jadi, syarat utama pemuda Kristen dalam mencari jodoh adalah mencari jodoh yang seiman. Tapi seringkali ada dua alasan klasik yang mendukung supaya menikah dengan orang yang tidak seiman: pertama, tenang kami bisa saling terima kok satu sama yang lainnya, padahal didalam 2 Korintus 6:14 jelas-jelas dikatakan bahwa terang tidak dapat bersatu dengan gelap. Kedua, nanti saya PI dan saya ajak kegereja pacar saya. Alasan ini sangatlah beresiko karena alih-alih kita memeperkenalkan iman kita, malahan kita yang ikut iman dia. Sepertinya yang dialami oleh salomo dalam 1 Raja-raja 11:1-8 yang mana ia mengikuti sesembahan istri-istrinya.

2. Berdoa Memohon Jodoh (7)

Dalam perikop ini Abraham menyerahkan urusan jodoh Ishak kedalam tangan Tuhan, sehingga Tuhan sendiri yang mengatur jalan Ishak kepada jodohnya, hal ini termaktub dalam 3 hal berikut: Pertama, Tuhan yang mengutus malaikatnya sehingga hamba Abraham dapat mengambil seorang istri dari tempat yang dituju untuk ishak. Kedua, memberikan konfirmasi kepada RIbka jodoh Ishak, sehingga ia mau melangkah menjadi pendamping Ishak. Ketiga, Tuhan memberikan cinta kepada Ishak dan Ribka. Demikian juga dengan kita, jika kita mau menyerahkan urusan jodoh kita kepada Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan mengatur jalan kita kepada jodoh yang Tuhan telah siapkan.

Sekali lagi saya katakan, jangan bodoh mencari jodoh, jangan mencari jodoh tidak seiman karena ia akan menjerumuskan kita kedalam dosa dan penghianatan kepada Yesus Tuhan juruselamatka kita. Tetapi, bijaklah dalam mencari jodoh dengan cara mencari jodoh yang seiman dan takut akan Tuhan sehingga kita mampu berkata bahwa inilah tulang dari tulangku dan daging dari dagingku yang diberikan Tuhan kepadaku dan kita tidak akan pernah menyesal bersamanya seumur hidup.